Nada mulai berjalan menyusuri trotoar jalan. Tapi, ada sesuatu yang terjadi, ada orang gila berjalan uring-uringan sambil membawa sebatang kayu menghampiri Nada. Nada pun kaget dan ketakutan. Brak !! Kayu itu mengenai tangan kiri Nada. Nada kesakitan setengah mati. Sebelum orang gila itu menghabisi Nada dengan kayunya itu, Nada lebih baik berlari menjauhi orang gila itu. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Nada sudah tidak kuat lagi berlari dan menahan rasa sakit ditangan kirinya pun berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya dan disaat itu lah ada seorang cowok yang mengendarai motor Ninja hijaunya menghampiri Nada.
“ayoo, cepet naik!! ” tawarnya dengan wajah yang masih tertutup helm.
“eh, lo siapa?” tanyaku.
“ntar ja deh, mendingan lo sekarang naik ke motor gue terus menjauh dari orang gila yang semakin mendekat ke elo.”ajaknya lagi.
“ya udah. Cepet.”
Nada menerima ajakan dari cowok itu dan langsung menaiki motor itu.. Dan pergi menjauh.
Setelah sedikit jauh dan tidak bisa dijangkau oleh orang gila itu lagi, mereka pun berhenti ditaman terdekat.
“makasih ya” ucapku.
“ya.” ucapnya cuek.
“hah? Cuek amat sih ni orang.”gerutuku dalam hati.
“sini lihat luka lo.” Dia melihat lukaku yang cukup parah dan mengobatinya memakai sapu tangan yang dia ambil dari dalam tasnya.
“aww. Sakit tau. Pelan-pelan dikit napa!!”
“bisa diem gak sih. Mau diobatin gak?”ucapnya sambil melilitkan sapu tangannya ditanganku yang luka. Nada pun diam dan melihat wajah cowok itu sekilas.
“cakep, keren juga nih anak.”ucapnya dalam hati.
“nih, udah. Makanya cewek itu gak boleh jalan sendirian kayak tadi. Itu bahaya.”nasehatnya yang membuatku kaget setelah melamun melihat wajahnya tadi.
“iya. Gue juga tau.”
“lah? Napa masih tetep dilaksanain?”tanyanya sambil melihat kearahku.
DEG. Mata kami berdua bertemu. Jantung mereka berdetak kencang.
“heh. Tadi itu sopir gue gak bisa jemput gue. Jadinya gue pulang sendiri deh.”ucapku sambil mengalihkan pandangan.
“oh, ya udah. Sini gue anterin pulang.”
“gak udah ah. Ngerepotin lo lagi deh.”
“gak usah jaim gitu ye. Ntar, kalau orang gila itu ngejar lo lagi gimana? Gak ada yang mau bantu lo lagi” sewotnya.
“hmm.. bener juga ya kata lo. Ya udah deh” kataku polos.
Cowok itu menstarter motornya. Mereka pun pulang.
Setelah diberi petunjuk oleh Nada dimana keberadaan rumahnya, mereka dengan cepat sampai kerumah. Nada langsung turun dari motor.
“makasih lagi ya”ucapku sambil tersenyum
“ya sama-sama. Ya udah, gue pulang dulu.”balasnya sambil tersenyum.
DEG!!!
“Oh my GOD. Senyumnya mengalihkan duniaku. Aduh! Jantung gue gak bisa pelan dikit nape.” Gerutuku dalam hati.
“bye”
“bye”
Cowok itu menstarter motornya lagi dan berlalu dihadapan Nada.
Nada segera masuk kedalam rumahnya dengan perasaan senang. Ekspresi kegembiraan itu tidak sengaja terlihat oleh kak Rio yang baru saja duduk disofa. Kak Rio yang penasaran, langsung bertanya.
“kenapa lo nad? Abis kesambet?”tanya kak Rio ngasal.
“kesambet. Kesambet muke lo! Gue lagi seneng tau.”jawabku jujur.
“cerita donk sama kakak lo yang ganteng ini.”
“ntar ah. Oh iya kenapa tadi lo ninggalin gue disekolah, hah! Gue nyari-nyari dikelas lo. Eh taunya lo nggak ada. Terus pak sopir gak nyemput pula.” Gerutuku.
“haha, maaf deh. Gue kira lo dijemput pak Bedu.” Katanya sambil melihat tanganku yang terlilit sapu tangan.
“tangan lo kenapa?”tanyanya heran.
“ada insiden buruk tadi”jawabku.
Kak Rio merubah bentuk mulutnya menjadi huruf “O”.
Dengan segera, aku pun berlalu meninggalkan Kak Rio. Aku takut ditanya-tanya macam-macam oleh kak Rio.
Sesampainya dikamar, Aku segera merebahkan tubuhku diatas ranjang. Lelah tapi senang, yaaa. Itu yang aku rasain sekarang. Aku terus melamun memikirkan cowok yang menyelamatkanku dari orang gila tadi.
“huaaa, dia baik banget. Tapi sayang, cuek banget plus sewot banget orangnya. Jadi ilfeel deh.” Ucapnya sendiri sambil memegang tangannya yang dibalutin sapu tangan.
Tanpa sadar, aku tertidur.
Tokk.tok. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar, yang membuat Nada terbangun dari tidurnya.
“siapa?”tanyaku.
“ini kak Rio mu yang keren, eh, ngapain lo didalem kamar? Cepet keluar. Disuruh mama makan siang tuh”kata kak Rio dibalik pintu.
“tetep aja narsis lo itu gak ilang-ilang.. hmm. Mau tau aja. Iyaa.iyaa.. sewot amat lu. Gue bakalan kebawah dalam waktu kurang dari 10 menit!” gerutuku.
“oke, gue pegang janji lo. Kalau lebih dari 10 menit. Lo harus beliin gue es cream conello kesukaan gue dan chitato 5 buah. hha”ucap Kak Rio.
“kalau gue selesai kurang dari 10 menit lo harus beliin gue makanan yang sama dengan lo pinta tadi” ucapku menantang.
“oke. Deal!”tanggap Kak Rio. Lalu berlalu dari kamar Nada.
Nada segera bangun dari tempat tidurnya dan langsung menggantikan seragam sekolahnya menjadi kaos biasa berwarna biru bermotif kotak-kotak dipadukan dengan celana pendek berwarna pink. Tak sampai 10 menit, Nada segera turun kebawah.
“cepet kan gue? Kurang dari 10 menit loh!ntar sore lo harus beliin gue. hahahaa” kataku sambil memperlihatkan stopwatch yang udah disiapin oleh Nada.
“nggak ah.”jawab Kak Rio simpel.
“yee. Lo kan udah janji sama gue, kak!”Aku ngambek.
“stt. Nada, Rio kalian jangan ribut terus. kelakuan kalian masih kayak anak kecil aja.”pisah mama.
“kak Rio nih ma, katanya udah janji mau beliin. Eh taunya, dia malah gak mau beliin.”Aku ngambek.
“Rio, kamu kan udah janji. Janji itu harus ditepati.”mulut Kak Rio langsung BIMOLI . (bibir monyong 5 senti. haha)
“ya deh, huh dasar tukang ngadu.”pasrahnya. Aku hanya menyibir kearah kak Rio.
“ayo makan.”suruh mama.
Mereka menuruti perintah mamanya untuk segera makan. Dengan lahapnya, mereka menghabisi satu piring nasi penuh. (waw!)
Setelah makan, Kak Rio segera bersiap-siap pergi ke supermarket terdekat untuk memenuhi permintaan Nada tadi. Kak Rio sudah berdandan rapi seperti mau ke kondangan padahal hanya ke supermarket. Begitulah keseharian Kak Rio, sehingga tak sedikit cewek-cewek disekolah yang terpesona melihat ketampanannya. Setelah pamitan sebentar, Kak Rio pun pergi.
Tak lama setelah itu, Kak Rio tiba di rumah sambil menenteng bungkusan yang dipesan oleh Nada tadi.
“nih. Makan sono dan jangan lupa makan bungkusannya juga”ngomel Kak Rio lalu meninggalkan Nada.
“huuu, hahaa”ketawa Nada puas.
Kamis, 24 Juni 2010
Tetaplah Dihatiku, (1)
hei bloggeries
coba dibaca yak.
maaf kalau jelek.
soalnya baru pertama kali.
hehe
------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak seperti biasanya, pagi ini aku datang terlambat ke sekolah. Aku berlari terburu-buru menghampiri pintu gerbang yang hampir tertutup.
“pagi pak.” salamku ke pak satpam yang masih bengong melihat berlari cepat.
“pagi dik.” Jawabnya sambil tersenyum.
“aduh, mudah-mudahan guru killer belum masuk ke kelas.Amiinn.”harapku cemas.
Aku terus berlari menyusuri lorong-lorong sekolah, setelah cukup jauh berlari, sampailah aku didepan kelas yang bertuliskan X.2 . Aku bergegas mengintip dibalik pintu, dan mengecek keberadaan Pak Hans, guru b.indonesia.
“heh? Ngapain lo ngintip dibalik pintu.”tegur seseorang yang sontak bikin aku kaget.
“astaghfirullah aladzim”Aku ngucap.
“ngapain lo disitu, nada?”tanya seseorang. Oh iya, namaku Nada Cyntia, dan biasa dipanggil Nada.
“Tania? Aduuh. Gue kira lu pak hans. Untung saja Allah SWT masih melindungi hambanya dari kejaran setan yang terkutuk.”ucapku lega dengan kehadiran temenku yang bernama Tania.
“ngomong apaan lo tadi? Gue kasih tau pak hans loh, biar lo dibejek-bejek sama dia.”kata Tania.
“jangan donk. Gue gak sengaja.”ucapku memohon.
“haha, tampang lo udah kayak orang dikejar setan. Hhahaha.. uhuuk.” ketawa tania puas sampai-sampai dia terbatuk.
“sukurin lo, makanya jangan bikin orang spot jantung.”ucapku sambil berjalan menuju tempat duduk dan disusul oleh Tania dibelakang. Segera gue taruh tas, lalu duduk, dan menghela nafas.
“huh.”
“tumben lo telat? Gak biasa-biasanya lo kayak gini.Oia, pak hans, hari ini gak ngajar. Dia termasuk guru yang menemani kakak kelas kita yang mewakili sekolah di ajang olympiade bahasa indonesia.”jelas Tania.
“serius lo? Yah. Percuma deh gue ngabisin tenaga.”pasrahku.
“haha. Eh, lo belum jawab pertanyaan gue tadi.”protes Tania
“oh iya, gue lupa. Jadi gini, gue keasyikan baca novel favorite gue sampai larut malam yang judulnya “Tetaplah Dihatiku” karyanya penulis novel terkenal bernama Nadya Kifta Apriani. Ntah kenapa gue suka banget sama tuh cerita, novel itu menceritakan tentang cewek yang ditinggalin cowoknya yang sangat dia cintai. Huaaa, gue terharu banget ngebaca nya. Tapi jangan sampai kisah itu terjadi sama gue. Amit-amit.” Jelasku.
“oo, begitu” responnya.
“eh, gue mau liat jawaban pr matematika yang nomor 2,3,4,5 tan. Gue nyerah ngerjainnya. Gak bisa mulu.”mintaku.
“ah, elo, masa Cuma ngerjain nomor 1 doang. Pasti lo males ngerjainnya. Nih!” ucapnya sambil menyerahkan bukunya kepadaku.
“sangkyu.”
Selama 1 jam penuh, aku sibuk berkutat dengan pr yang seharusnya itu adalah latihan, namun gara-gara belum selesai, akhirnya dijadiin pr.
Teeettt…teett. Bel berbunyi dan berpapasan dengan itu juga, pr aku selesai. Dan lansung mengumpulkannya kepada wakil ketua kelas.
“beuh. Capek tangan gue. Ditambah pelajaran seni pula abis ini.”keluhku.
“Kawan-kawan, ada tugas dari ibu Siti nih.” Teriak ketua kelas X.2 , zaki tiba-tiba dan dia berhasil menghipnotis aku dan temen-temenku agar diam dan memperhatikannya berbicara.
“apaan?” ucap Dila. Temen sekelas yang cukup dekat denganku dan Tania.
“kita disuruh buat tugas kelompok, menggambar sketsa taman gitu. Terserah kita modelnya kayak apa. Jangka waktunya 2 minggu. Oh iya, kelompoknya udah dibagi oleh ibu Siti nih. Gue sebutin ya. Tapi kalian diam. Gak akan gue sebutin dua kali. Mulut gue capek.”jelas zaki.
Zaki pun selesai menyebutkan nama dari masing-masing Grup. Ternyata, aku termasuk digrup B yang beranggotakan Tania, Dila, Doni, Asfar. Aku senang banget saat tau, Tania masuk ke kelompok aku. Kami dengan segera merencanakan tempat pengerjaannya.
“dimana nih kita ngerjainnya?”tanya Tania.
“dirumah gue aja, tan. Gue juga punya kakak yang pinter banget ngambar. Siapa tau dia bisa bantu kita. Iya gak?”tawar Dila.
“you’re serious? Mau nampung kita?”tanya Doni ngasal.
“bahasa lo kayak apaan dah.” Ucap Asfar.
“oke deh, kita ngerjainnya dirumah lo aja dil. Ngerjainnya besok aja ya, kan hari minggu tuh.”kataku.
“iyaa. Setuju-setuju. Lagipula gue lagi gak ada kerjaan.”sahut Tania dan dapat anggukan dari Doni dan Asfar.
“oke, jam 8 pagi ya. Gue tunggu.” Ucap Dila.
Setelah selesai berbincang-bincang, kami pun bubar dan memulai dengan aktivitas masing-masing. Tak lama itu, bel berbunyi 3 kali. Kami langsung loncat kegirangan saat mendengarnya, yaps. Bel 3 kali bertanda pulang. Ternyata hari ini ada rapat guru, jadi, murid-murid diperbolehkan untuk pulang kerumah masing-masing.
Saat didepan gerbang
“nad, gue pulang duluan yak.”pamit Tania.
“iya. Titi dj”
Tania yang dijemput duluan oleh sopirnya pun pulang.Dan kini tinggal Nada sendiri yang masih menunggu sopirnya menjemput dia. Namun, tiba-tiba telfon gengam (HP) Nada berbunyi. Nada melihat layar hp nya.
Calling….
Pak Bedu – sopir gue
Nada menekan tombol “YA” dihp nya.
“halo pak?”sapaku.
“halo non, maaf ya non, bapak gak bisa jemput non, ibu minta tolong bapak untuk nganterin ibu ke tempat arisan. Jadi non, pulang sama kak Rio dulu ya. Gapapa kan non?”jelas pak Bedu.
“hah? Kak Rio? Kak rionya udah pulang duluan pak.”
“nah? Jadi gimana non?”tanyanya balik.
“Hmm. Ya udah deh. Nada jalan sendiri aja.”raut mukaku pun langsung berubah seperti kertas yang dilipat empat.
Telpon pun ditutup.
“hah? Gue disuruh pulang sendiri? Naik angkot? Takut ah. Hmm. Jalan kaki aja deh, kan lumayan deket tuh, jarak rumah dengan sekolah.”
Nada mulai berjalan menyusuri trotoar jalan. Tapi, ada sesuatu yang terjadi..
coba dibaca yak.
maaf kalau jelek.
soalnya baru pertama kali.
hehe
------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak seperti biasanya, pagi ini aku datang terlambat ke sekolah. Aku berlari terburu-buru menghampiri pintu gerbang yang hampir tertutup.
“pagi pak.” salamku ke pak satpam yang masih bengong melihat berlari cepat.
“pagi dik.” Jawabnya sambil tersenyum.
“aduh, mudah-mudahan guru killer belum masuk ke kelas.Amiinn.”harapku cemas.
Aku terus berlari menyusuri lorong-lorong sekolah, setelah cukup jauh berlari, sampailah aku didepan kelas yang bertuliskan X.2 . Aku bergegas mengintip dibalik pintu, dan mengecek keberadaan Pak Hans, guru b.indonesia.
“heh? Ngapain lo ngintip dibalik pintu.”tegur seseorang yang sontak bikin aku kaget.
“astaghfirullah aladzim”Aku ngucap.
“ngapain lo disitu, nada?”tanya seseorang. Oh iya, namaku Nada Cyntia, dan biasa dipanggil Nada.
“Tania? Aduuh. Gue kira lu pak hans. Untung saja Allah SWT masih melindungi hambanya dari kejaran setan yang terkutuk.”ucapku lega dengan kehadiran temenku yang bernama Tania.
“ngomong apaan lo tadi? Gue kasih tau pak hans loh, biar lo dibejek-bejek sama dia.”kata Tania.
“jangan donk. Gue gak sengaja.”ucapku memohon.
“haha, tampang lo udah kayak orang dikejar setan. Hhahaha.. uhuuk.” ketawa tania puas sampai-sampai dia terbatuk.
“sukurin lo, makanya jangan bikin orang spot jantung.”ucapku sambil berjalan menuju tempat duduk dan disusul oleh Tania dibelakang. Segera gue taruh tas, lalu duduk, dan menghela nafas.
“huh.”
“tumben lo telat? Gak biasa-biasanya lo kayak gini.Oia, pak hans, hari ini gak ngajar. Dia termasuk guru yang menemani kakak kelas kita yang mewakili sekolah di ajang olympiade bahasa indonesia.”jelas Tania.
“serius lo? Yah. Percuma deh gue ngabisin tenaga.”pasrahku.
“haha. Eh, lo belum jawab pertanyaan gue tadi.”protes Tania
“oh iya, gue lupa. Jadi gini, gue keasyikan baca novel favorite gue sampai larut malam yang judulnya “Tetaplah Dihatiku” karyanya penulis novel terkenal bernama Nadya Kifta Apriani. Ntah kenapa gue suka banget sama tuh cerita, novel itu menceritakan tentang cewek yang ditinggalin cowoknya yang sangat dia cintai. Huaaa, gue terharu banget ngebaca nya. Tapi jangan sampai kisah itu terjadi sama gue. Amit-amit.” Jelasku.
“oo, begitu” responnya.
“eh, gue mau liat jawaban pr matematika yang nomor 2,3,4,5 tan. Gue nyerah ngerjainnya. Gak bisa mulu.”mintaku.
“ah, elo, masa Cuma ngerjain nomor 1 doang. Pasti lo males ngerjainnya. Nih!” ucapnya sambil menyerahkan bukunya kepadaku.
“sangkyu.”
Selama 1 jam penuh, aku sibuk berkutat dengan pr yang seharusnya itu adalah latihan, namun gara-gara belum selesai, akhirnya dijadiin pr.
Teeettt…teett. Bel berbunyi dan berpapasan dengan itu juga, pr aku selesai. Dan lansung mengumpulkannya kepada wakil ketua kelas.
“beuh. Capek tangan gue. Ditambah pelajaran seni pula abis ini.”keluhku.
“Kawan-kawan, ada tugas dari ibu Siti nih.” Teriak ketua kelas X.2 , zaki tiba-tiba dan dia berhasil menghipnotis aku dan temen-temenku agar diam dan memperhatikannya berbicara.
“apaan?” ucap Dila. Temen sekelas yang cukup dekat denganku dan Tania.
“kita disuruh buat tugas kelompok, menggambar sketsa taman gitu. Terserah kita modelnya kayak apa. Jangka waktunya 2 minggu. Oh iya, kelompoknya udah dibagi oleh ibu Siti nih. Gue sebutin ya. Tapi kalian diam. Gak akan gue sebutin dua kali. Mulut gue capek.”jelas zaki.
Zaki pun selesai menyebutkan nama dari masing-masing Grup. Ternyata, aku termasuk digrup B yang beranggotakan Tania, Dila, Doni, Asfar. Aku senang banget saat tau, Tania masuk ke kelompok aku. Kami dengan segera merencanakan tempat pengerjaannya.
“dimana nih kita ngerjainnya?”tanya Tania.
“dirumah gue aja, tan. Gue juga punya kakak yang pinter banget ngambar. Siapa tau dia bisa bantu kita. Iya gak?”tawar Dila.
“you’re serious? Mau nampung kita?”tanya Doni ngasal.
“bahasa lo kayak apaan dah.” Ucap Asfar.
“oke deh, kita ngerjainnya dirumah lo aja dil. Ngerjainnya besok aja ya, kan hari minggu tuh.”kataku.
“iyaa. Setuju-setuju. Lagipula gue lagi gak ada kerjaan.”sahut Tania dan dapat anggukan dari Doni dan Asfar.
“oke, jam 8 pagi ya. Gue tunggu.” Ucap Dila.
Setelah selesai berbincang-bincang, kami pun bubar dan memulai dengan aktivitas masing-masing. Tak lama itu, bel berbunyi 3 kali. Kami langsung loncat kegirangan saat mendengarnya, yaps. Bel 3 kali bertanda pulang. Ternyata hari ini ada rapat guru, jadi, murid-murid diperbolehkan untuk pulang kerumah masing-masing.
Saat didepan gerbang
“nad, gue pulang duluan yak.”pamit Tania.
“iya. Titi dj”
Tania yang dijemput duluan oleh sopirnya pun pulang.Dan kini tinggal Nada sendiri yang masih menunggu sopirnya menjemput dia. Namun, tiba-tiba telfon gengam (HP) Nada berbunyi. Nada melihat layar hp nya.
Calling….
Pak Bedu – sopir gue
Nada menekan tombol “YA” dihp nya.
“halo pak?”sapaku.
“halo non, maaf ya non, bapak gak bisa jemput non, ibu minta tolong bapak untuk nganterin ibu ke tempat arisan. Jadi non, pulang sama kak Rio dulu ya. Gapapa kan non?”jelas pak Bedu.
“hah? Kak Rio? Kak rionya udah pulang duluan pak.”
“nah? Jadi gimana non?”tanyanya balik.
“Hmm. Ya udah deh. Nada jalan sendiri aja.”raut mukaku pun langsung berubah seperti kertas yang dilipat empat.
Telpon pun ditutup.
“hah? Gue disuruh pulang sendiri? Naik angkot? Takut ah. Hmm. Jalan kaki aja deh, kan lumayan deket tuh, jarak rumah dengan sekolah.”
Nada mulai berjalan menyusuri trotoar jalan. Tapi, ada sesuatu yang terjadi..
Perjalanan terakhir DL -,-
Hei bloggeries.
Aku mau ceritaaaaaaaa !
Tau gak?
TANGGAL 24 JUNI 2010
Hari menegangkan disejarah tahun 2010. yaa. Itu adalah hari pembagian rapot. Sumpah tegang nian aku. Mama yang ngambil rapot aku. Aku udah punya firasat kalau aku gak akan masuk 3 besar. Dan ternyata benar. Aku gak masuk 3 besar, sungguh kecewa . sangat kecewa . yang masuk 3 besar itu:
- nisa
- kirus
- kidut.
Selamat yee :D
Semenjak dikasih pengumuman itu, perasaan aku tambah campur aduk. Antara senang dgn sedih. Senang liat kawan senang, sedih gara2 ngecewain orang tua.
Rasanya aku pengen pingsan ditempat tau gak. Tapi, dari pada pingsan, enakan aku diam melihat tingkah laku teman2 aku.
Saat bubaran, orang tua disuruh ke kelas. Aku sempat bicara ke mama. Yaah, kondisi aku tambah down saat mama bilang, kiki rata2nya 81. berarti aku di bawah 81 donk? Huaaa . pengen pingsan lagi dah.
Orang tua masuk, kami diluar. Satu per satu orang tua dpanggil, dari nisa - sampai ijal.
Rombongan aku: nisa, kirus, kidut, intan, uci masuk ipa galo. Lah? Aku nyo?
Pas nama aku dipanggil, aku langsung tegang.
Dan ternyata, hasilnya adalah
rank 4,
nilai rata2 85,..
naik ketingkat XI.IPA.
Huaaaaaaaaaa, senneg bukan main dah. Loncat2 aku.
Dak lamo itu widia n windri nyusul ternyata mereka masuk ipa juga. Yeeeeeeeeyy!
Lengkap deh.
Hasil akhirnya, yang msuk ipa:
- aku
- nisa
- kirus
- kidut
- intan
- uci
- widia
- windri
- tiara
- zhazha
- ijal
- awang
sayangnya, raka, yanti, santi idak masuk ipa. Sedih aku -,-
bepisah deh,
pesanku: kalian jangan sombong ya.
DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.
Aku mau ceritaaaaaaaa !
Tau gak?
TANGGAL 24 JUNI 2010
Hari menegangkan disejarah tahun 2010. yaa. Itu adalah hari pembagian rapot. Sumpah tegang nian aku. Mama yang ngambil rapot aku. Aku udah punya firasat kalau aku gak akan masuk 3 besar. Dan ternyata benar. Aku gak masuk 3 besar, sungguh kecewa . sangat kecewa . yang masuk 3 besar itu:
- nisa
- kirus
- kidut.
Selamat yee :D
Semenjak dikasih pengumuman itu, perasaan aku tambah campur aduk. Antara senang dgn sedih. Senang liat kawan senang, sedih gara2 ngecewain orang tua.
Rasanya aku pengen pingsan ditempat tau gak. Tapi, dari pada pingsan, enakan aku diam melihat tingkah laku teman2 aku.
Saat bubaran, orang tua disuruh ke kelas. Aku sempat bicara ke mama. Yaah, kondisi aku tambah down saat mama bilang, kiki rata2nya 81. berarti aku di bawah 81 donk? Huaaa . pengen pingsan lagi dah.
Orang tua masuk, kami diluar. Satu per satu orang tua dpanggil, dari nisa - sampai ijal.
Rombongan aku: nisa, kirus, kidut, intan, uci masuk ipa galo. Lah? Aku nyo?
Pas nama aku dipanggil, aku langsung tegang.
Dan ternyata, hasilnya adalah
rank 4,
nilai rata2 85,..
naik ketingkat XI.IPA.
Huaaaaaaaaaa, senneg bukan main dah. Loncat2 aku.
Dak lamo itu widia n windri nyusul ternyata mereka masuk ipa juga. Yeeeeeeeeyy!
Lengkap deh.
Hasil akhirnya, yang msuk ipa:
- aku
- nisa
- kirus
- kidut
- intan
- uci
- widia
- windri
- tiara
- zhazha
- ijal
- awang
sayangnya, raka, yanti, santi idak masuk ipa. Sedih aku -,-
bepisah deh,
pesanku: kalian jangan sombong ya.
DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.DL.
Langganan:
Postingan (Atom)

