Nada mulai berjalan menyusuri trotoar jalan. Tapi, ada sesuatu yang terjadi, ada orang gila berjalan uring-uringan sambil membawa sebatang kayu menghampiri Nada. Nada pun kaget dan ketakutan. Brak !! Kayu itu mengenai tangan kiri Nada. Nada kesakitan setengah mati. Sebelum orang gila itu menghabisi Nada dengan kayunya itu, Nada lebih baik berlari menjauhi orang gila itu. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Nada sudah tidak kuat lagi berlari dan menahan rasa sakit ditangan kirinya pun berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya dan disaat itu lah ada seorang cowok yang mengendarai motor Ninja hijaunya menghampiri Nada.
“ayoo, cepet naik!! ” tawarnya dengan wajah yang masih tertutup helm.
“eh, lo siapa?” tanyaku.
“ntar ja deh, mendingan lo sekarang naik ke motor gue terus menjauh dari orang gila yang semakin mendekat ke elo.”ajaknya lagi.
“ya udah. Cepet.”
Nada menerima ajakan dari cowok itu dan langsung menaiki motor itu.. Dan pergi menjauh.
Setelah sedikit jauh dan tidak bisa dijangkau oleh orang gila itu lagi, mereka pun berhenti ditaman terdekat.
“makasih ya” ucapku.
“ya.” ucapnya cuek.
“hah? Cuek amat sih ni orang.”gerutuku dalam hati.
“sini lihat luka lo.” Dia melihat lukaku yang cukup parah dan mengobatinya memakai sapu tangan yang dia ambil dari dalam tasnya.
“aww. Sakit tau. Pelan-pelan dikit napa!!”
“bisa diem gak sih. Mau diobatin gak?”ucapnya sambil melilitkan sapu tangannya ditanganku yang luka. Nada pun diam dan melihat wajah cowok itu sekilas.
“cakep, keren juga nih anak.”ucapnya dalam hati.
“nih, udah. Makanya cewek itu gak boleh jalan sendirian kayak tadi. Itu bahaya.”nasehatnya yang membuatku kaget setelah melamun melihat wajahnya tadi.
“iya. Gue juga tau.”
“lah? Napa masih tetep dilaksanain?”tanyanya sambil melihat kearahku.
DEG. Mata kami berdua bertemu. Jantung mereka berdetak kencang.
“heh. Tadi itu sopir gue gak bisa jemput gue. Jadinya gue pulang sendiri deh.”ucapku sambil mengalihkan pandangan.
“oh, ya udah. Sini gue anterin pulang.”
“gak udah ah. Ngerepotin lo lagi deh.”
“gak usah jaim gitu ye. Ntar, kalau orang gila itu ngejar lo lagi gimana? Gak ada yang mau bantu lo lagi” sewotnya.
“hmm.. bener juga ya kata lo. Ya udah deh” kataku polos.
Cowok itu menstarter motornya. Mereka pun pulang.
Setelah diberi petunjuk oleh Nada dimana keberadaan rumahnya, mereka dengan cepat sampai kerumah. Nada langsung turun dari motor.
“makasih lagi ya”ucapku sambil tersenyum
“ya sama-sama. Ya udah, gue pulang dulu.”balasnya sambil tersenyum.
DEG!!!
“Oh my GOD. Senyumnya mengalihkan duniaku. Aduh! Jantung gue gak bisa pelan dikit nape.” Gerutuku dalam hati.
“bye”
“bye”
Cowok itu menstarter motornya lagi dan berlalu dihadapan Nada.
Nada segera masuk kedalam rumahnya dengan perasaan senang. Ekspresi kegembiraan itu tidak sengaja terlihat oleh kak Rio yang baru saja duduk disofa. Kak Rio yang penasaran, langsung bertanya.
“kenapa lo nad? Abis kesambet?”tanya kak Rio ngasal.
“kesambet. Kesambet muke lo! Gue lagi seneng tau.”jawabku jujur.
“cerita donk sama kakak lo yang ganteng ini.”
“ntar ah. Oh iya kenapa tadi lo ninggalin gue disekolah, hah! Gue nyari-nyari dikelas lo. Eh taunya lo nggak ada. Terus pak sopir gak nyemput pula.” Gerutuku.
“haha, maaf deh. Gue kira lo dijemput pak Bedu.” Katanya sambil melihat tanganku yang terlilit sapu tangan.
“tangan lo kenapa?”tanyanya heran.
“ada insiden buruk tadi”jawabku.
Kak Rio merubah bentuk mulutnya menjadi huruf “O”.
Dengan segera, aku pun berlalu meninggalkan Kak Rio. Aku takut ditanya-tanya macam-macam oleh kak Rio.
Sesampainya dikamar, Aku segera merebahkan tubuhku diatas ranjang. Lelah tapi senang, yaaa. Itu yang aku rasain sekarang. Aku terus melamun memikirkan cowok yang menyelamatkanku dari orang gila tadi.
“huaaa, dia baik banget. Tapi sayang, cuek banget plus sewot banget orangnya. Jadi ilfeel deh.” Ucapnya sendiri sambil memegang tangannya yang dibalutin sapu tangan.
Tanpa sadar, aku tertidur.
Tokk.tok. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar, yang membuat Nada terbangun dari tidurnya.
“siapa?”tanyaku.
“ini kak Rio mu yang keren, eh, ngapain lo didalem kamar? Cepet keluar. Disuruh mama makan siang tuh”kata kak Rio dibalik pintu.
“tetep aja narsis lo itu gak ilang-ilang.. hmm. Mau tau aja. Iyaa.iyaa.. sewot amat lu. Gue bakalan kebawah dalam waktu kurang dari 10 menit!” gerutuku.
“oke, gue pegang janji lo. Kalau lebih dari 10 menit. Lo harus beliin gue es cream conello kesukaan gue dan chitato 5 buah. hha”ucap Kak Rio.
“kalau gue selesai kurang dari 10 menit lo harus beliin gue makanan yang sama dengan lo pinta tadi” ucapku menantang.
“oke. Deal!”tanggap Kak Rio. Lalu berlalu dari kamar Nada.
Nada segera bangun dari tempat tidurnya dan langsung menggantikan seragam sekolahnya menjadi kaos biasa berwarna biru bermotif kotak-kotak dipadukan dengan celana pendek berwarna pink. Tak sampai 10 menit, Nada segera turun kebawah.
“cepet kan gue? Kurang dari 10 menit loh!ntar sore lo harus beliin gue. hahahaa” kataku sambil memperlihatkan stopwatch yang udah disiapin oleh Nada.
“nggak ah.”jawab Kak Rio simpel.
“yee. Lo kan udah janji sama gue, kak!”Aku ngambek.
“stt. Nada, Rio kalian jangan ribut terus. kelakuan kalian masih kayak anak kecil aja.”pisah mama.
“kak Rio nih ma, katanya udah janji mau beliin. Eh taunya, dia malah gak mau beliin.”Aku ngambek.
“Rio, kamu kan udah janji. Janji itu harus ditepati.”mulut Kak Rio langsung BIMOLI . (bibir monyong 5 senti. haha)
“ya deh, huh dasar tukang ngadu.”pasrahnya. Aku hanya menyibir kearah kak Rio.
“ayo makan.”suruh mama.
Mereka menuruti perintah mamanya untuk segera makan. Dengan lahapnya, mereka menghabisi satu piring nasi penuh. (waw!)
Setelah makan, Kak Rio segera bersiap-siap pergi ke supermarket terdekat untuk memenuhi permintaan Nada tadi. Kak Rio sudah berdandan rapi seperti mau ke kondangan padahal hanya ke supermarket. Begitulah keseharian Kak Rio, sehingga tak sedikit cewek-cewek disekolah yang terpesona melihat ketampanannya. Setelah pamitan sebentar, Kak Rio pun pergi.
Tak lama setelah itu, Kak Rio tiba di rumah sambil menenteng bungkusan yang dipesan oleh Nada tadi.
“nih. Makan sono dan jangan lupa makan bungkusannya juga”ngomel Kak Rio lalu meninggalkan Nada.
“huuu, hahaa”ketawa Nada puas.
Kamis, 24 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 stories:
Posting Komentar